Humas DPRD - Tim Ramadhan VI Pemerintah Kota Bukittinggi mengunjungi Masjid Al-Ihsan Banto Laweh, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Sabtu (01/03/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Kota Bukittinggi untuk mempererat silaturahmi sekaligus menampung aspirasi masyarakat.
Tim Ramadhan VI dipimpin oleh Komandan Kodim 0304/Agam, Letkol Slamet Dwi Santoso, yang didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Zulhamdi Nova Candra, IB, A.Md, Asisten III Setdako Bukittinggi Drs. H. Syafnir, MM, serta sejumlah perwakilan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi.
Dalam sambutannya, Dandim 0304/Agam menyampaikan berbagai program pembangunan yang telah dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi. Ia menjelaskan beberapa program pembangunan infrastruktur, di antaranya pembangunan di Kelurahan Ladang Cakiah, pembangunan SMP Negeri 1, serta program unggulan Pemerintah Kota Bukittinggi, yaitu Bukittinggi Surau Gemilang.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Zulhamdi Nova Candra, IB, A.Md, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadhan menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dan DPRD untuk bertemu langsung dengan masyarakat serta mendengarkan berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa DPRD Kota Bukittinggi berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
“Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, kami dapat mendengar secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan menjadi perhatian kami di DPRD untuk dibahas bersama pemerintah daerah agar dapat dicarikan solusi terbaik,” ujar Zulhamdi Nova Candra.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta mendukung program pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi.
Setelah pelaksanaan Shalat Tarawih, Tim Ramadhan VI berdialog langsung dengan jamaah untuk menampung berbagai aspirasi, saran, dan kritik dari masyarakat setempat.
Salah satu aspirasi disampaikan oleh Bundo Kanduang Banto Laweh, Murti Yanis, yang mewakili warga setempat terkait permasalahan ketersediaan air bersih dari PDAM.
Menurutnya, setiap musim libur dan Hari Raya Idul Fitri, warga di kawasan tersebut kerap mengalami kekurangan air bersih. Hal ini diduga karena meningkatnya kebutuhan air di sejumlah hotel yang berada di sekitar kawasan tersebut.
“Setiap hari libur dan Lebaran, kami sering mengalami kesulitan air PDAM. Di lingkungan kami banyak hotel sehingga air sering tidak mengalir. Di masjid memang masih ada air, tetapi tentu tidak mungkin seluruh warga mengambil air ke masjid,” ujar Murti Yanis.
Ia juga menambahkan bahwa persoalan ini hampir selalu terjadi setiap tahun saat Lebaran.
Selain itu, warga juga mengeluhkan persoalan parkir kendaraan di sekitar kawasan Banto Laweh yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat. Parkir kendaraan yang tidak tertata membuat akses jalan menuju gang permukiman warga menjadi sulit dilalui.
Di bidang pendidikan, sejumlah wali murid juga menyampaikan keluhan mengenai beban tas sekolah siswa yang dinilai terlalu berat karena harus membawa banyak buku pelajaran setiap hari.
Para orang tua berharap pihak sekolah dapat mencari solusi, seperti menyediakan tempat penyimpanan buku di sekolah sehingga siswa tidak perlu membawa seluruh buku setiap hari.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Asisten III Setdako Bukittinggi, Drs. H. Syafnir, MM, menyampaikan bahwa pemerintah akan menampung seluruh masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut bagi pemerintah daerah.
“Terkait persoalan air bersih PDAM, Pemerintah Kota Bukittinggi saat ini terus berupaya mencari sumber air baku baru selain dari Sungai Tanang dan Kubang Putih. Keterbatasan sumber air menjadi tantangan yang harus diatasi bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga tengah merencanakan upaya suplai air dari kawasan ngarai ke wilayah permukiman serta melakukan penggantian pipa distribusi yang sudah banyak mengalami kebocoran.
“Sebagian jaringan pipa yang ada saat ini merupakan peninggalan sejak zaman Belanda, sehingga kondisinya sudah tidak optimal dan perlu dilakukan pembaruan,” tambah Syafnir.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bukittinggi juga menyerahkan bantuan untuk Masjid Al-Ihsan sebesar Rp9 juta beserta beberapa bentuk dukungan lainnya.
Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, diharapkan hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat semakin erat serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
*RSP