Total Pengunjung : 9,653,059
Pencarian Produk Hukum
Kategori:
Tahun:
Nomor:
Subjek/Tentang:
Status Akhir:
Beranda Berita

Pawai Alegoris HUT ke-81 RI Meriah, Ketua DPRD Bukittinggi Dorong Penguatan Ideologi Pancasila dan Evaluasi Waktu Pelaksanaan

Tim Dokumentasi Persidangan dan Per Undang-undangan.
Semarak Kemerdekaan di Bukittinggi, DPRD Dorong Generasi Muda Berilmu, Berkarakter dan Cinta Tanah Air, Selasa, 18 Agustus 2026.
Humas DPRD — Pawai Alegoris dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bukittinggi berlangsung meriah, Selasa (18/8/2026). Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Bukittinggi tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun masyarakat yang memadati sepanjang jalur pawai.
Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Bukittinggi turut hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua DPRD Kota Bukittinggi H. Syaiful Efendi, Lc., M.A., Wakil Ketua DPRD Zulhamdi Nova Candra, IB., A.Md., Dt. Nagari Labiah, serta Anggota DPRD Neni Anita, SH. Kehadiran jajaran DPRD tersebut menunjukkan dukungan terhadap momentum peringatan kemerdekaan sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Bagi Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H. Syaiful Efendi, Lc., M.A., kemerdekaan bukan sekadar perayaan tahunan dan Pawai Alegoris bukan hanya barisan peserta yang melintas di jalan. Di balik kemeriahan tersebut terdapat pesan penting tentang sejarah perjuangan bangsa, nasionalisme, Pancasila, serta tanggung jawab mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.

“Pawai alegoris merupakan refleksi dari rasa syukur atas nikmat Allah yang dianugerahkan kepada bangsa Indonesia sebagaimana yang termaktub dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia pada alinea ketiga,” ujarnya.

Menurutnya, Pawai Alegoris memiliki arti penting dalam menjaga ingatan sejarah generasi muda. Kemerdekaan yang dinikmati saat ini tidak diperoleh dengan mudah, melainkan melalui perjuangan panjang para pahlawan yang telah mengorbankan harta bahkan jiwa dan raga.

“Pawai Alegoris ini menjadi penting agar generasi muda tidak mudah melupakan sejarah. Generasi muda harus memahami bahwa kemerdekaan diraih berkat perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan harta dan jiwa mereka,” katanya.
Selain mengenang sejarah perjuangan bangsa, H. Syaiful Efendi menilai Pawai Alegoris juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai nasionalisme, kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air.

“Pawai alegoris juga mengajarkan kepada generasi muda tentang nasionalisme, kebangsaan, dan cinta tanah air,” ujarnya.

Evaluasi Waktu Pelaksanaan

Secara umum, Ketua DPRD mengapresiasi pelaksanaan Pawai Alegoris HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Bukittinggi. Menurutnya, kegiatan berjalan dengan baik dan antusiasme peserta maupun masyarakat sangat luar biasa.

Namun demikian, ia menyampaikan satu catatan penting yang perlu menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kota Bukittinggi untuk pelaksanaan pada tahun-tahun berikutnya, terutama menyangkut pengaturan waktu.

“Yang paling penting untuk dikaji ke depan bagaimana pawai ini bisa selesai sebelum azan Zuhur berkumandang,” katanya.

Menurut H. Syaiful Efendi, evaluasi tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan teknis penyelenggaraan, tetapi juga perlu ditempatkan dalam konteks nilai Ketuhanan yang menjadi salah satu landasan Pancasila.

Karena itu, pengaturan waktu pelaksanaan kegiatan perlu diperhatikan agar rangkaian pawai dapat berlangsung dengan tertib, meriah, sekaligus tetap selaras dengan nilai-nilai agama dan kehidupan masyarakat.

Perkuat Ideologi Pancasila dan Kebangsaan

Lebih jauh, Ketua DPRD Kota Bukittinggi berharap Pemerintah Daerah terus memperkuat ideologi Pancasila dan ideologi kebangsaan di kalangan generasi muda. Menurutnya, penguatan tersebut perlu dilakukan melalui berbagai kegiatan yang edukatif, kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman, serta didukung dengan penganggaran yang memadai.

“Harapan terhadap Pemerintah Daerah adalah perlu penguatan ideologi Pancasila dan ideologi kebangsaan terhadap generasi muda dengan kegiatan-kegiatan yang lebih beragam dan anggaran yang lebih memadai untuk mempersiapkan mereka menjadi pemimpin di masa depan,” tuturnya.

Ia menilai generasi muda merupakan aset penting bagi keberlanjutan pembangunan bangsa. Karena itu, mereka perlu dipersiapkan tidak hanya dari sisi karakter dan wawasan kebangsaan, tetapi juga melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan.

“Harapan kepada generasi muda agar membekali diri dengan skill dan ilmu pengetahuan agar siap menghadapi tantangan zaman ke depan yang lebih kompetitif tanpa melupakan nilai-nilai luhur dan akar budaya yang selama ini menjadi falsafah hidup orang Minang,” ungkapnya.

Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan karakter. Generasi muda perlu mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan identitas, nilai-nilai luhur dan budaya lokal yang menjadi bagian penting dari jati diri masyarakat Minangkabau.

Kemerdekaan dan Tanggung Jawab Generasi Muda

Pawai Alegoris HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Bukittinggi pada akhirnya tidak hanya menghadirkan kemeriahan di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali mengingat makna kemerdekaan.

Barisan peserta yang menampilkan berbagai tema perjuangan, pembangunan dan kebudayaan menjadi simbol kebersamaan masyarakat dalam memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Namun, di balik kemeriahan tersebut terdapat tanggung jawab bersama untuk memastikan semangat perjuangan para pahlawan tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bagi DPRD Kota Bukittinggi, mengisi kemerdekaan membutuhkan komitmen yang berkelanjutan, mulai dari penguatan ideologi Pancasila, penanaman nasionalisme, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan, hingga pelestarian nilai-nilai luhur serta akar budaya Minangkabau.

Dengan demikian, ketika barisan pawai telah kembali dan kemeriahan peringatan berakhir, semangat untuk mengisi kemerdekaan tetap terus berjalan melalui kerja nyata dan pembentukan generasi muda yang berkarakter, berilmu, berdaya saing, mencintai tanah air, serta tetap berpijak pada nilai-nilai luhur bangsa dan budaya.
*RSP



KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR